Berbagai macam sifat,karakter dan kebiasaan pada manusia, ada yang mudah baperan, ada yang mudah tersinggung , ada yang pemaaf, ada yang pemberani dan itu menjadikan manusia itu sendiri menjadi unik dengan karakteristik pada masing-masing individu, dan kali ini saya akan mengangkat tema tentang sifat “Malu”, malu menurut versi saya, ialah : “menahan diri berinteraksi dengan orang-orang disekitar”, banyak factor dan alas an bagi seorang pemalu enggan berinteraksi dengan lingkungan disekitarnya, dan ini sangat mengganggu dan merugikan diri sendiri, karena pemalu akan banyak kehilangan kesempatan dan peluang atau bahkan keuntungan bagi dirinya sendiri dimasa yang akan datang atau saat itu juga
![]() |
| Gambaran orang cemas,malu dan panik |
Lalu mungkin anda bertanya, bagaiamana cara yang tepat untuk mengabaikan rasa malu saya ?, baik saya akan buatkan dialog tanya jawab mengenai hal tersebut
1. Bagaimana sih cara mengatasi rasa gugupan yang selalu muncul setiap kali saya harus mengkomunikasikan suatu hal di depan umum ? mungkin itu hal yang umum ditnayakan bukan? Baik berikut adalah jawabannya :
- Terlebih dahulu kenali dimana anda berbicara didepan umum ,di sekolah, diforum , dalam rapat kerja atau tempat nongkrong. Jika didepan umum seperti dipasar,halte bus, lift dan ingin berinteraksi dengan orang-orang pada tempat tersebut atau ingin memberitahukan dan bertanya sesuatu, yang pertama harus dilakukan adalah bersikap tenang, sikap tenang bisa anda dapatkan dengan mengambil nafas dan membuangnya secara perlahan
- Jika dirasa anda sudah mendapatkan ketenangan , perhatikan sekitar anda bagaimana orang-orang berinteraksi satu sama lainya, coba anda dengarkan dulu apa yang sedang Meraka perbincangkan, apakah mereka membicarakan hal yang anda ketahui atau tidak, jika obrolan mereka menemui kebuntuan karena kurang nya informasi mengenai topik yang mereka bahasa, maka cobalah anda masuk masuk untuk menambahkan informasi terkait obrolan dengan topik tersebut dan kemudian Explor perbincangan tersebut lebih dalam dengan membuat pertanyaan kepada mereka agar topik yang dibahas menjadi lebih hidup, .
- Tetapi jika obrolan mereka tak satupun yang anda pahami atau diluar pengetahuan anda, alangkah baiknya anda menjadi pendengar yang baik saja , amati sekitar dan nikmati waktu anda disana, tidak ada yang menuntut anda berpatisipasi dalam obrolan yang bukan keahlian anda untuk menjawabnya, sampai ada orang atau teman anda bertanya kepada anda dan ingin memulai percakapan dengan anda , maka jawaban atau pendapat anda perlu diutarakan,agar perbincangan tersebut tidak monoton cobalah buat pertanyaan yang variatif. Metode ini bisa anda terapkan pada situasi yang sifatnya santai , seperti di tongkrongan , lift ,pasar dan halte bis bukan di tempat formal.
- Jangan takut berbuat salah, salah sikap,salah ngomong dan salah tingkah, bersikaplah biasa saja,lawan bicara anda bukan malaikat pencabut nyawa atau hantu, mereka juga manusia layaknya anda, yang mereka butuhkan respon dan kedewasaa anda dalam berinteraksi di lingkungan sosial anda, mereka melupakan tentang kesalahan anda, tentang kekurangan anda dan tentang aib anda, ya ajika anda dan mereka sudah masuk perbincangan yang menarik, mereka melupaka semua itu jika anda mampu bertanggung jawab dalam interaksi sosial didalam sekolah, pekerjaan, dan lingkungan tempat tinggal anda.
- Jika anda berada di situasi formal seperti, sekolah, meeting forum dan rapat. Ada beberapa cara yang tepat untuk dilakukan ketika anda diminta menjadi pembicara agar anda tidak gugup ialah : 1. pelajari materi apa yang akan dibahas, satu hari sebelumya , 2. kenali lawan bicara anda. Mempelajari materim sangatlah penting ,karena itu adalah modal anda untuk menjawab semua pertanyaan audien kepada anda, anda harus mempersiapkan diri anda untuk berbicara didepan audiens, hindari merespon audiens yang kurang antusias atau yang mencoba merusak konsentrasi anda dengan hal-hal konyol, tetap fokus tentang materi dan tidak keluar dari topik sampai acara tersebut selesai.
- Kenali lawan bicara anda : mengenali lawan bicara tidak kalah penting nya , jika anda sudah tau karakter pada masing-masing lawan bicara anda , maka itu sangatlah mudah untuk memulai sesi topik yang ingin anda bahasa pada acara formal tersebut, apalagi anda sudah menguasai materi yang akan anda bahas dengan mempelajari dulu materi tersebut dan mengabaikan orang yang kurang antusias dan konyol seperti yang saya katakan diatas.
- Tetapi jika maksud anda menghilangkan rasa gugup pada setiap saat dimanapun dan kepada siapapun , itu bukan hal yang mudah-mudah amat tetapi juga tidak mungkin untuk tidak dilakukan. Jika perasaan gugup menyerang anda , cobalah tenangkan diri anda , ambil nafas dan buang perlahan, jika sempat ambil air wudhu , kemudian kuasi diri anda dengan kesadaran penuh merasakan disekitar anda bahwa semuanya tampak normal dan biasa saja, maka bersikap lah normal dan biasa saja, jangan takut untuk dianggap melakukan kesalahan atau takut salah, karena belum tentu itu adalah benar-benar kesalahan , mungkin hanya kurang komunikasi atau gagal faham , tidak apa-apa, jangan difikirkan ,jangan menjadi orang yang perfeksionis semua ada salahnya , semua pernah melakukan kesalahan , anda adalah penting bagi tanggung jawab anda , maka hargailah diri anda , fokus saja dengan apa yang sedang anda kerjakan, jika ditanya ,jawab sebisa anda menjawab dan sperlunya saja, tetapi jika jawaban anda membuat topik pembicaraan yang menarik maka teruskanlah jangan malu-malu atau jangan takut untuk mengobrol dengan orang lain.
2. Apa yang harus saya lakukan untuk lebih menjadi percaya diri
ketika bertemu orang baru dalam situasi sosial disekolah,ditempat kerja atau
lingkungan tempat kerja baru, sebaiknya saya harus bagaimana ? :
- Jawaban pertanyaan ke 2 : Jika anda dilingkungan tempatkerja,sekolah atau lingkungan tempat tinggal baru, yang perlu anda lakukan ,ialah : Rileks atau bersikap santai , jangan bersikap bahwa mereka tau kelemahan dan kekurangan anda , mungkin saja mereka tau tetapi hanya sedikit dan mungkin itu tidak benar atau hoax , buang jauh-jauh pikiran negatif tentang diri anda,abaikan penilaian orang terhadap diri anda , semua orang punya kekurangan dan aib hanya saja anda tidak tau , maka bersikap biasa saja dan masa bodo amatlah penting tetapi bukan berarti anda menjadi tertutup atau menarik diri dari lingkungan tempat tinggal baru atau tempat kerja baru , berikan bantuan dan kontribusi anda kepada tim tau teman yang menemui kendala, lakukan saja tugas anda,focus pada pengembangan diri dengan melatih kreativitas dan potensi yang anda miliki
- Yakini bahwa anda juga berharga,maka hargailah diri anda sendiri jangan merendahkan diri anda sendiri,apa lagi merendahkan diri dihdapan orang lain, abaikan kekacauan yang ada pada pikiran anda ,keluar dari pergulatan batin dan pikiran yang berkecamuk, cubit tangan anda, sentuh benda-benda disekitar anda dan rasakan hembusan angin atau udara disekitar anda, ini akan membantu anda keluar dari keruhnya pikiran anda , ingat mereka mangharpakan tanggung jawab dan kontribusi anda bukan kelemahan atau aib anda karena tidak mungkin mereka akan mengingat selama-lamanya, semua itu akan dilupakan ketika anda mempunyai semangat di dalam lingkungan sekolah,pekerjaan ,tempat tingaal dan antusias dalam membantu tanpa pamrih dimanapun anda berada.
3. Kenapa ya saya selalu saja merasa cemas tentang apa yang orang lain pikirkan tentang saya, saya takut, cemas dan risau akan hal itu, jadi bagaimana cara mengatasinya? :
- Jawab untuk pertanyaan yang ketiga, pertama kendalikan diri anda, kemudian berpikir positif akan membantu anda mengatasi rasa cemas , dan keluarlah dari pikiran negatif tersebut dengan cara memfokuskan diri pada sesuatu, entah itu sekolah ,pekerjaan atau pengembangan diri anda, dan jika anda memang pernah melakukan kesalahan atau suatu hal yang membuat anda merasa malu akan penilaian orang lain atas kejadian tersebut, maka anda tidak bertanggung jawab memberikan klarifikasi atau menjelaskan tentang diri anda kepada orang lain.
- Mereka bukan tanggung jawab anda begitu pun anda bukan tanggung jawab mereka, selama anda makan dari hasil kerja anda sendiri,di rumah sendiri dan merekapun tidak meminta makan kepada anda maka antara mereka dan anda tidak ada tanggung jawab atas kehidupan masing-masing
- Lanjutkan saja kehidupan anda, dengan cara lebih semangat belajar,bekerja dan beribadah, jalin hubungan dengan orang atau lingkungan yang mau menerima anda , abaikan saja dan hindari orang-ornag yang sulit menerima anda. Anda tidak makan nasi mereka dan mereka tidak makan nasi anda,fokus kepada teman-teman dan lingkungan sosial yang perduli kepada anda saja, jangan memaksakan diri masuk kedalam lingkungan yang kurang menerima anda , mungkin bisa saja dilakukan tetapi akan banyak hal yang kurang mengenakkan tetapi apakah sepadan ? apakah anda siap dengan resiko dan kemungkinan yang akan terjadi ? Apakah mental anda sudah siap ? , jika ia saya akan memberikan tips nya kepada anda tetapi bukan pada sesi ini.
4. Bagaimana cara mengurangi rasa takut saya untuk memulai mengambil inisiatif dalam percakapan, enaknya saya ngapain dan harus melakukan apa ? :
- Untuk jawaban ke empat, ada beberapa penerapan yang perlu anda coba untuk mengambil inisiatif dalam memulai percakapan dengan orang lain, yang pertama, usahakan anda bersikap biasa saja , tidak perlu memandang secara berlebihan lawan bicara anda , entah dia cantik,tampan,ASN,kepala kantor,kepala dinas, atau bahkan presiden, karena sejatinya mereka manusia biasa saja , yang ingin mendengarkan anda bicara ketika anda ditanya atau menyampaikan sesuatu hal yang perlu jawaban atas situasi tersebut atau bahkan hanya sekedar ngobrol santai.
- Untuk memulai masuk ke topik pembicaraan tersebut, iaa lah dengan cara melupakan setatus sosial atau kelebihan yang ada pada mereka, kemudian mulailah membangaun topik perbincangan yang sederhana dan menanyakan hal-hal yang sepele , seperti "habis dari mana", "sudah absen belum", "pulang kemana", "nunggu jemputan ya", atau menanyakan pengalaman kerja,minat dan hobi,hewan peliharaan, menanyakan salah satu anggota keluarganya, : contoh "kemarin saya jumpa adik,kakak,ayah,suami,Istri anda di jalan Maydas membawa banyak kotak nasi dan membagikanya kepada Ojol dan pengemis , itu dalam rangka apa ya” ,.
- Atau sepengetahuan anda tentang hal yang ada kaitannya dengan dia tentu hal yang positif-positf saja dan jangan membicarakan hal-hal yang menyinggung aib,kesialan dan problem dia, walaupun anda tau sebaiknya anda diam saja. Tentu pertanyaan-pertanyaan anda akan dijawab dengan antusias menjadikan topik perbincangan hidup dan tidak monoton, karena sudah tentu bukan anda saja yang bertanya diapun akan berbalik tanya kepada anda. Jangan malu untuk memulai perbincangan dengan seseorang walaupun dengan hal-hal yang sepele diawal pada akhirnya akan membawa pada bahasan yang lebih dalam bahkan mungkin saja membuka pintu rezeki,jodoh dan karir yang lebih baik lagi.
5. Apa langkah-langkah kecil apa yang bisa memabwa perubahan yang bisa saya ambil untuk mulai keluar dari zona nyaman saya?
Sekarang, mari kita beralih ke pertanyaan terakhir: Apa
langkah-langkah kecil yang bisa saya ambil untuk mulai keluar dari zona nyaman
saya? :
- Baik ini jawaban saya, manusia pada umumnya adalah mahluk sosial, mau tidak mau suatu saat atau pada saat-saat tertentu akan terjadi interaksi sosial di sekolah,tempat kerja dan lingkungan tempat tinggal, disini perlunya cara mengetahui cara berkomunikasi dengan orang lain, beberapa cara yang perlu anda coba ialah : cobalah melakukan hal-hal sederhana, seperti menyapa sambil tersenyum, bertanya kabar, dan menawarkan bantuan atau berinisiatif untuk membantu orang-orang disekitar anda, paksakan diri anda untuk berkunjung ke rumah atau berkawan dengan orang yang pada lingkungan tersebut dianggap tokoh masyarakat.
- Contoh : ketua kelas,ketua pas kibra ,Pak RT, kepala regu, kepala kantor, bangun kedekatan persuasif dengan mereka dengan cara menerapkan poin yang sudah saya jabarkan diatas , kemudian cari tahu apa minat dan hobi mereka , ikuti dan minati hobi dan minat tersebut, pasti ada jalan untuk membangun kedekatan tersebut, jika komunikasi anda terjalin dengan baik dengan tokoh tersebut maka dengan orang-orang dibawahnya akan menganggap anda adalah bagian dari komunitas mereka.
- Meskipun secara tidak langsung anda tidak berinteraksi dengan mereka, karena pada setiap ada acara yang diselenggarakan di sekolah,di kantor, di lingkungan tempat tinggal anda, entah itu nobar,olah raga bareng,mancing bareng, kegiatan ibadah bareng, seperti pengajian dan kajian rutin, tentu orang-orang dibawah tokoh tersebut ikut serta hadir , disana anda perlu berbaur saja dengan yang lainya, membantu dan menyiapkan kegiatan itu digelar, pada fase ini anda akan mudah diterima oleh yang lainya.
- Tapi perlu diingat adalah anda bersikap netral dan umum saja jangan menjelek-jelekan seseorang dihadapan tokoh tersebut dan bersikap bijak, Jangan sampai komentar anda menjatuhkan orang lain, meskipun anda tau , sebaiknya anda memilih menutup mulut anda.
·
Baik itu lah jawaban saya yang terakhir, intinya
jika anda ingin keluar dari zona nyaman anda , harus sedikit punya basa-basi
sosial, mudah menolong dan membantu ,tidak perlu bergaul dengan orang banyak
cukup anda ambil sebagai teman orang yang dianggap tokoh pada komunitas
tersebut, tetapi agar lebih variatif sebaiknya anda juga membangun komunikasi
dengan yang lainya dengan hal-hal
sepele, seperti ngopi bareng disaat jam istirahat dan sesekali nongkrong
bareng,maka kepercayaan diri anda terbangun dengan sendirinya karena anda sudah
mengenal karakter masing-masing karena anda mengikuti kegiatan-kegiatan yang
diselenggarakan, maka dari situ terbangun kepercayaan secara emosional.
