Tips cara dan langkah-langkah meminta maaf

"Maaf" adalah salah satu kata ajaib , anda boleh meng gunakan kata "Maaf" sewaktu anda melakukan kesalahan, atau sebagai bentuk penolakan kepada sesuatu hal yang kurang berkenan, ada dua sisi pada setiap penggunaan kata "Maaf", pertama sebagai bentuk penyesalan atas tindakan anda, biasanya dalam kondisi ini kita seperti lemas, ada rasa tidak tenang dan hampa. 



Cara Meminta Maaf dengan Tulus: Panduan Lengkap untuk Hubungan yang Lebih Baik, Mengapa Meminta Maaf Itu Penting? Tips dan Strategi Efektif,Meminta Maaf: Waktu, Cara, dan Dampaknya dalam Menjaga Hubungan Sosial,Panduan Meminta Maaf: Langkah-Langkah dan Manfaatnya bagi Kehidupan Sosial,Memahami Pentingnya Permintaan Maaf: Teknik dan Dampaknya dalam Kehidupan Sehari-hari.



Yang kedua , "Maaf" sebagai bentuk penolakan dan ketidak setujuan anda pada suatu hal , dalam kondisi ini seperti ada tenaga,tegang dan bersemangat. Namun pada sesi ini saya akan bahas tentang kata "Maaf" untuk digunakan sebagai bentuk penyesalan atas tindakan anda yang mengakibatkan orang lain tersakiti.

Penting kah untuk kita meminta maaf ketika kita melakukan kesalahan atau hal buruk pada orang lain?!


  • Meminta maaf sangat penting, selain sikap gantle dan itu artinya anda punya kesadaran atas moral anda, meminta maaf kepada orang lain dapat membuka rezeki, kemudahan dan memecahkan  kekakuan atas konflik yang terjadi antara anda dengan orang lain, akui saja dengan ketulusan dan kesadaran penuh, bahwa anda bersalah dan anda ingin memperbaiki keadaan tersebut. Pertanyaanya adalah bagaimana cara meminta maaf yang baik dan benar?!!, baik, berikut adalah panduanya:

Cara meminta maaf  yang baik dan tepat 


Setidaknya ada beberapa cara yang bisa anda gunakan untuk meminta maaf kepada orang yang merasa jengkel,sakit hati atau dendam karena perbuatan anda, ada dua cara dalam meminta maaf, yang pertama meminta maaf secara lisan dan yang kedua meminta maaf secara perbuatan.


1. Meminta maaf dengan lisan :  


  • Beranikan diri anda meminta maaf , terima konsekuensi atas reaksi orang yang anda mintai maaf nya, legowokan diri anda toh anda sendiri yang menyalakan api tersebut.

  • Jangan menunda-nunda waktu untuk meminta maaf karena istilah "menunggu waktu yang tepat" sebenarnya itu menghambat anda untuk segera menyelesaikan sebuah perkara, ketika ada dorongan di hati anda terbesit untuk meminta maaf, maka segera wujudkan karena keberanian anda sedang pada puncaknya maka manfaatkan momen tersebut untuk meminta maaf.

2. Meminta maaf secara perbuatan : hal ini tidak kalah penting untuk dilakukan dan bagaimana cara melakukanya?!


  • Sesudah anda meminta maaf secara lisan , maka selanjutnya adalah meminta maaf secara perbuatan, dengan cara tidak mengulangi hal-hal yang membuat orang lain marah apalagi sampai kecewa,jangan melakukan perbuatan yang mengundang amarah orang lain dan jangan diulangi lagi, anda harus belajar agar anda tidak melakukan kesalahan yang sama dengan cara meng hargai kepentingan orang lain meskipun bagi anda hal itu tidak lah penting, karena setiap orang punya sisi yang berbeda dalam menilai suatu hal , apakah hal tersebut penting atau tidak, maka disini perlunya berfikir secara terbuka dan penghargaan atas privasi orang lain

Tips jitu cara meminta maaf agar orang yang kita sakiti mau memaafkan anda!!


  • Sebelum anda meminta maaf,ada sebaiknya anda mempersiapkan diri secara mental dan mengumpulkan keberanian diri untuk meminta maaf atas kekacauan yang terjadi, tenangkan diri anda,kemudian temui dia saat sendiri atau berkunjung ke rumahnya sambil membawa sesuatu, bisa makann,kue dan buah-buahan itu akan membuat anda lebih diterima, setidaknya jika yang bersangkutan sungkan bertemu anda, tanpa diminta anda akan dibantu oleh orang yang serumah dengan dia , membujuk yang bersangkutan mau menemui anda, karena tidak enakan anda sudah beritikad baik mau datang dengan membawa makanan,kue atau buah-buahan, apalagi ada membawa buah tangan yang dia sukai, pada saat anda sudah diterima , ya meskipun dengan penerimaan yang mungkin kurang berkenan ataupun seperti mendapatkan pengabaian dan yang bersangkutan seperti enggan berbicara dengan anda, terima saja tenangkan diri anda jangan terbawa suasana kaku, ada baiknya anda mengambil inisiatif membuka obrolan kecil , lihat disekitar rumah yang bersangkutan, perhatikan ada apa saja, apakah ada Aqua rium, Aviari atau tanaman bunga hias, jadikan bahan obrolan pembuka sebelelum anda masuk ke inti maksud dan tujuan anda untuk meminta maaf, dan jika yang bersangkutan menjawab sepatah duapatah kata kemudian berhenti, baru anda ungkapkan tujauan anda menemuinya untuk meminta maaf, jangan berkelit untuk meminta maaf atau beralasan ini dan itu, tetapi langsung anda akui bawa anda bersalah dan minta dimaafkan dan menyelsal atas kekacauan yang ditimbulkan, dan akan berjanji peristiwa tersebut tidak akan terulang lagi. Jika yang bersangkutan menjawab dengan nada tinggi, dengarkan saja,terima saja jangan berkelit, jangan bawa-bawa orang lain "Ooh si Anu juga sama", kecuali pada situasi tersebut terjadi tanya jawab antara anda dengan yang bersankutan, jika suasana sudah mulai reda dan rilex anda sudah dimaafkan dan tindakan anda sudah mendapat pemakluman, sebiknya anda jangan berlama-lama lagi berada disana, atur kata yang baik jangan sampai salah memilih kata-kata dan izin untuk pulang karena ada hal yang lain yang harus dikerjakan dan tidak bisa diwakilkan orang lain selain anda

Kapan waktu yang tepat untuk meminta maaf? Apakah harus segera atau bisa ditunda?!


  • Untuk masalah yang ringan seperti tidak sengaja memecahkan gelas, tidak sengaja menumpahkan sesuatu, salah memberikan informasi atau kesalahan tersebut tidak menimbulkan tekanan mental pada yang bersangkutan atau tidak mencedrai harkat dan martabatnya, langsung saat itu juga anda meminta maaf dengan kesadaran dan ketulusan penuh, namun jika kesalahan anda menimbulkan kerugian materi sebaiknya anda menggantinya sesuai kesepakatan anda dengan yang bersangkutan.

  • Tapi jika ternyata kesalahan anda mencedrai harkat dan martabatnya dan anda lihat yang bersangkutan benar-benar dalam keadaan marah dan emosi, sebaiknya anda mundur beri ruang dan jarak kepada yang bersangkutan, hindari suasana kacau tersebut, anda bisa pergi ke kantin atau kemana saja yang jaraknya jauh dari yang bersangkutan, kemudian cermati kesalahan anda , renungkan jika anda ada di posisi yang bersangkutan, lihat dampak yang terjadi dan pikirkan dampaknya dalam jangka panjang, jika anda sudah menyadari betul kesalahan anda, paling tidak tiga hari setelah kejadian tersebut anda harus memberanikan diri untuk meminta maaf kepada yang bersangkutan, jika dalam tiga hari tersebut belum memungkinkan karena yang bersangkutan masih ada sisa-sia emosi , jangan dipaksakan dulu , tunggu saat yang bersangkutan sudah mulai agak terbiasa dengan kehadiran anda disekitarnya, jika situasinya sudah memungkinkan maka secepatnya anda mempersiapkan diri untuk segera meminta maaf jangan gunakan isilah "menunggu waktu yang tepat" karena itu sebenarnya adalah hambatan, tetapi lihat fakta yang terjadi apakah yang bersangkutan sudah agak nyaman dengan anda ada disekitarnya.

Bisa kah kita mengetahui apakah permintaan maaf kita sudah diterima dan sudah dimaafkan secara tulus dan ikhlas ?!


  • Sebenarnya tugas kita hanya meminta maaf, kita tidak perlu mencar-cari tau apakah permintaan maaf kita diterima atau tidak, disini saya menekankan kesadaran moral kita atas kesalahan yang terjadi, bukan memaksa orang untuk memberikan maafnya secata tulus dan iklas kepada kita, karena memaafkan itu tidak mudah yang bersangkutan butuh keseriuasan anda, apakah anda benar-benar sudah berubah atau kata maaf yang anda ucapkan hanya formalitas saja, maka untuk mendapatkan maaf yang tulus dari yang bersangkutan itu butuh waktu, anda harus berubah benar-benar berubah, hilangkan kebiasaan anda yang tidak mengenakan orang lain, buktikan dan tunjukan kepada yang bersangkutan bahwa anda sebenarnya orang baik hanya saja terkadang momentum dan situasi memaksa anda terlihat seperti orang jahat, anda harus berusaha mengambil hati orang lain dengan cara-cara yang santun, seperti menawarkan bantuan atau berinisiatif membantu yang bersangkutan meski tanpa diminta , memberikan jajan,kue,makanan kepada, anak,adik,ponakan, atau siapapun yang masih anggota keluarganya, maka yang bersangkutan akan mulai terbuka hati nya untuk memerikan maaf yang tulus dan iklas kepada anda, ya memang sedikit merepotkan tapi itu konsekwensi yang harus anda terima.


Dari mana kita mengetahui bahwa meminta maaf membuat keadaan lebih baik atau menjadi lebih buruk lagi?!


  • Meminta maaf tidak menjamin keadaan akan kembali mejadi baik-baik saja, anda harus menerima perubahan yang terjadi tampak berbeda dari biasanya atau kejadian itu telah merubah beberapa hal meskipun anda sudah meminta maaf ,tapi dalam banyak kasus perubahan tersebut bersifat temporer contohnya orang yang anda sakiti tersebut memang orang baik, orang baik pada dasarnya memiliki kemampuan memaafkan jauh lebih baik, tetapi tetap saja hal tersebut membuat mereka terpukul atas kesalahan yang anda perbuat.

  • Dalam keadaan tersebut biasanya mereka mencoba menenangkan diri dan menjaga jarak dari anda, tetapi sebenarnya mereka mengamati dan menilai apakah anda masih berkelakuan buruk atau sudah berubah meskipun anda sudah meminta maaf, jika penilaian mereka terhadap anda baik, anda sudah diterima kembali, hal tersebut ditandai dengan mudahnya mereka diajak komunikasi dan jika suatu saat anda melakukan kesalahan lagi , mereka akan menjadi asing lagi terus berputar menjadi asing dan akrab lagi. Sebaiknya orang seperti mereka jangan anda permainkan, anda harus punya hati nurani, harus punya batasan-batasan, harus punya itikad yang baik dari diri anda, anda harus berubah jangan kecewakan mereka lagi,mereka orang baik tidak sepantasnya menerima hal yang kurang berkenan berkali-kali dari anda, berbuat baiklah pada mereka, jaga silaturahmi dengan mereka.

  • Contoh kedua: Anda berbuat salah kepada orang yang dingin dengan sikap yang datar, meski anda sudah dimaafkan , dan diawal anda dengan bersangkutan telah menjadi teman yang cukup akrab, tetapi sejatinya mereka tidak melupakan perbuatan anda , dan pelan-pelan akan menjauhi anda ditandai dengan ketidak perdulianya dengan apa yang terjadi kepada anda tentang hal apapun, tidak ada lagi tegur sapa dimanapun dan kapanpun,  baginya anda dianggap sudah m**i , mungkin sedikit ada komunikasi tapi karena tersangkut pada kelas atau pekerjaan yang sama, dan itupun seperlunya saja,  jika sudah seperti itu sebaiknya anda jangan berharap untuk bisa kembali menjalin keakraban seperti dulu lagi, sebaiknya anda mundur juga beri dia ruang privasi mungkin dia lebih nyaman seperti itu.

  • Contoh ketiga :  Anda berbuat salah kepada orang yang sama dzolimya dengan anda atau orang yang anda sakiti tersebut , hati dan wawasanya sempit atau memang anda sendiri yang hati dan wawasanya sempit maka bersiaplah akan kemungkinan perubahan besar yang terjadi, bisa jadi anda malah dimanfaatkan, didikte bahkan dikendalikan, orang seperti  ini pandai mengungkit jasa-jasa yang sudah diberikan kepada anda dan memanfaatkan kesalahan anda untuk kepentingan pribadinya, dia  mengincar sisi "tidak enakan" dari diri anda ,jika hal tersebut belum terjadi langkah yang paling tepat adalah meminta maaf seperlunya dan sepantasnya saja , jangan tunjukan reaksi yang berlebihan apalagi sampai menghinakan diri kepada orang semacam ini, namun jika hal tersebut sudah terjadi dalam kehidupan anda sebaiknya anda berfikir untuk lepas dari pengaruhnya sebelum mengakibatkan kerusakan dan kerugian lebih lanjut dalam kehidupan anda.

Comments


EmoticonEmoticon